Minggu, 05 Agustus 2012

Mind Set


Anda pasti sering berfikir bahwa pelajaran Matematika atau Fisika itu sangat sulit, dan anda pernah tidak membayangkan dengan mengendarai  motor, begitu mudah kan? Sebenarnya semua yang saya sebutkan tadi susah, tidak ada yang mudah. Kalau mengendarai motor anda bisa pasti akan bisa selamanya dan materi tentang mengendarai motor itu hanya sedikit berbeda dengan materi dari Matematika ataupun Fisika. Ketika anda memahami materi tentang Matematika ataupun Fisika tetapi kalian tidak pernah melatihnya maka anda materi yang telah anda pahami pun akan anda lupakan.  Tetapi ketika anda menguasai teknik tentang mengendarai motor, anda akan beranggapan bahwa mengendarai motor tidak akan sulit lagi kan? Anda akan merasakan betapa mudahnya mempelajari sesuatu ketika kalian sudah paham dan mengerti. Dan juga ada beberapa factor yang mempengaruhi kalian. Yang pertama kalian harus menyukainya terlebih dahulu dan memiliki tekad yang kuat dalam diri anda dan juga kalian harus memiliki Mind Set yang positif. Sekarang apakah kalian mengetahui apa tu “Mind Set”,  nah dikesempatan kali ini saya akan membahas sedikit materi mengenai Mind Set.
Mind Set, adalah pola pikir awal kalian ketika kalian akan melaksanakan suatu aktifitas, tindakan, atau ketika anda hendak mempelajari sesuatu.  Mind Set ini termasuk ke dalam unconcious atau tindakan yang dilakukan di bawah alam sadar anda. Contohnya, anda pernah ga ketika anda akan belajar cara memprogam ulang computer anda, dan anda berkata “Ah gabisa, mending ke warnet memperbaikinya” nah dari kata “Ah gabisa” itu merupakan Mind Set negatif yang mempengaruhi kerja otak anda. Ketika anda berbicara “Ah gabisa” pada awal kalian menghadapi sesuatu maka otak anda otomatis disetel agar agar anda tidak akan pernah bisa untuk melakukan pemrograman ulang computer anda. Jadi bagaimanapun anda belajar tetapi mind set awal anda mengatakan tidak bisa, maka anda tidak akan bisa melakukannya atau sangat sulit melakukannya. Berbeda jika anda mengatakan “Aku bisa” maka otak anda akan otomatis diprogram untuk bisa melakukannya. Coba anda fikirkan kembali apa yang telah anda lakukan, dan ingat ingat apa yang pertama kali anda katakan, coba buktikan sendiri. Nah dari pembahasan singkat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa apapun yang anda katakan ketika hendak memulai sesuatu maka itu akan berpengaruh kepada pekerjaan kalian juga.
Jadi ketika kalian belajar tentang Matematika atau Fisika atau apapun, coba ingat ingat kembali apa yang pertama kali anda katakan, mungkin anda berkata tidak bisa jadi sampai saat ini anda tidak bisa memahami materi materi tersebut. Maka dari itu mari ubah Mind Set kalian dari sekarang.



Inspirasi ini diambil dari ucapan ayah saya.

Jumat, 03 Agustus 2012

Cerita Saya


Sekarang saya akan membagikan sebuah pengalaman berharga yang pernah saya alami, pengalaman ini juga bisa dijadikan bahan pembelajaran buat kalian semua, simak baik baik okay.

Pengalaman ini terjadi ketika saya masih kelas 3 Smp. Tepatnya hari selasa, dan itu sudah merupakan minggu tenang karena semua ujian telah berakhir so kami anak anak kelas 9 bebas melakukan apapun. Saat itu sekitar pukul sepuluh saya sedang bermain bola di sekolah tiba tiba teman saya Yogi menghampiri saya dan dia mengajak saya bermain ke daerah Braga bersama seorang teman saya lagi yaitu Rizki, sebenarnya saya agak ragu untuk pergi kesana, tetapi saya memaksakan diri karena saya ingin menambah pengalaman saya. Jadi kami pergi kesana bertiga. Kami pergi kesana itu berniat bermain denga teman Yogi anggap saja Vicki. Nah kami berjanji untuk bertemu di Braga Citiwalk. Kami pergi saat matahari tepat berada di atas kepala kami, awalnya sih cukup menyenangkan. Kami pergi kesana menggunakan angkot lalu melanjutkan perjalanannya dengan damri. Kami bertiga sangat menikmati perjalanan hingga tak terasa bahwa kami sudah hampir tiba di gedung merdeka, lalu kami turun di dekat gedung merdeka dan berjalan kaki menuju Braga. 

Kami tiba di daerah Braga lebih cepat dari dugaan, jadi kami terpaksa menunggu cukup lama karena Vicki belum tiba. Memang menunggu Vicki itu cukup membosankan jadi kami berjalan jalan di daerah Braga unutk waktu yang cukup lama. Kami sempat menunggu di lantai bawah, dan juga menunggu di lantai ketiga. Di lantai ketiga kami tidak begitu bosan karena disana ada wahana permainan jadi kami tidak terlalu bosan. Karna sudah cukup lama menunggu dan akhirnya bosan juga, kami berniat turun dan menunggu di depan Braga City Walk karena kami fikir suasana disana tidak akan begitu membosankan karena banyaknya orang dan kendaraan yang lalu lalang, banyak orang mengambil gambar, yang pasti suasananya tidak membosankan. Kami menunggu di sebelah restoran yang tepat berada di pinggir Braga City Walk. 

Saat kami sedang menunggu  kami melihat dua orang lelaki, mereka memakai motor mio berwarna biru. Lalu seorang diantara kami datang menghampiri kami. Tentu saja perasaan kami sudah mulai tidak enak dan kami pikir akan terjadi sesuatu yang tidak pernah terbayangkan. Akhirnya dia tepat berada di depan kami bertiga. Dia tidak begitu tinggi, kulitnya sawo matang, sepertinya dia bukan orang baik baik lalu dia bertanya kepada kami. 

“Eh jang tadi ada di bioskop?” ujar lelaki tersebut kepada kami

“Engga kang, abi mah ga dari bioskop” Kata saya

“Oh brarti tadi ada di lantai satu ya?” kata lelaki tadi

“Engga kang, kan kata abi dari tadi ada disini, emang kenapa nanya kaya gitu?” saya membalas lagi, (perasaan saya semakin tidak enak)

“Gini, adik saya tadi dipukuli di braga, sekarang dia dirumah saya,  nah saya sekarang lagi nyari orang yang mukulin adik saya. Nah kata adik saya yang gebukin adik saya tuh pakai baju warna merah terus pake kemeja kotak kotak, kalian kan?”

Dan kebetulan sekali saya dan yogi sedang memakai baju tersebut, saya mengenakan baju merah, dan yogi mengenakan kemeja kotak kotak

“Aduh maaf kang, jangan asal nuduh ke kita, kita kesini niat main bukan buat nyari masalah” kata Yogi

“Saya mah cuma nanya trus saya pengen mastiin aja, nah kalian (saya dan Yogi) sekarang ke rumah saya!” kata lelaki itu.

“Eh kang kan  kata saya kita ga punya salah! Lagian kita dari tadi disini, ga kedalem dalem segala, coba bawa aja adik situ kesini saya mau liat.” Kata saya.

“Heh jangan nyolot dong biasa aja, saya disini ngajak baik baik gamau pake fisik. Kalo kamu emang ga salah coba datang kerumah saya biar saya tunjukin sama adik saya, apakah kamu orangnya!” Ujar lelaki tersebut sambil mendorong badan saya dan nada suara yang agak tinggi.

Kami bertiga pun terdiam sejenak, kami saling menatap satu sama lain. Dan kami akhirnya mengambil keputusan untuk ikut dengan lelaki tersebut, sedangkan Rizki menunggu di Braga dengan lelaki yang lainnya, sebelum kami dibawa mereka, kami disuruh lelaki tersebut untuk menitipkan handphone dan dompet kami, kami pun menuruti permintaanya karena kami takut diarampok sesampai  di rumah lelaki tersebut. Akhirnya kami dibawa oleh lelaki itu ke sebuah tempat yang tak jauh dari Braga. 

Beberapa menit kemudian kami diberhentikan di sebuah gang, 

“Tunggu disini sebentar, saya mau ngomong dulu sama teman teman saya, takut takut kalau kalian dipukuli, bentar ya! Jangan kemana mana dulu” Kata lelaki tersebut

Kami pun menunggu di gang tersebut , sementara Rizki menunggu di Braga dengan teman dari lelaki tersebut. Kami menunggu di gang tersebut sambil berdebat. Saya memiliki perasaan yang tidak enak, sedangkan Yogi ingin menbuktikan kepada lelaki tersebut bahwa dia tidak bersalah dan tidak pernah memukuli adik dari lelaki tersebut. Kami menunggu disana cukup lama, sekitar 15 menit, dan rasa curiga pun mulai muncul. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mendekati ke arah lelaki tersebut pergi, tapi Yogi sempat takut dan tidak akan mengikuti saya. Saya terus melangkah ke ujung gang yang ada di depan saya, lalu Yogi pun mengikuti saya. Setelah sampai di ujung gang, saya agak terheran kenapa jalan tersebut malah tembus ke jalan Braga. Akhirnya perasaan yang sudah saya duga benar. Lalu saya berlari sekencang kencangnya diikuti oleh Yogi dan bertujuan ke arah Braga. Sampai disana benar saja lelaki tersebut dan Rizki sudah menghilang!  Kami mencoba mencari ke dalam gedung Braga, ke lantai paling atas, tapi kami tidak menemukannya, dan akhirnya kami menemukan Vicki dengan teman temannya. Vicki sempat menanyakan apa yang terjadi pada kami, lalu kami ceritakan kepada dia apa yang sebenarnya terjadi. Dan dia ikut shock mendengar yang kami ceritakan. Selanjutnya lami bertiga melanjutkan pencarian ke sekitar Braga dan hasilnya nihil. 

Kami pun memutuskan untuk pergi ke kantor polisi, dan Vicki meminjamkan handphonenya karena merasa sangat bersalah. Setelah dipinjamkan handphone kami pun segera diantarkan ke kantor polisi terdekat oleh petugas keamanan Braga. Sesampai di kantor polisi kami ceritakan segalanya dari awal hingga akhir, tapi hasilnya tetapi nihil dan kami disuruh pulang begitu saja tanpa, kami menyesal karena tidak puas dengan perlakuan polisi disana. Saat saya sedang bingung harus kemana lagi, saya menelepon ayah saya untuk menceritakan kejadiannya dan meminta nasihat kepadanya. Dia kaget mendegar ceritaku dan menyuruh kami untuk tetap tenang dan dia akan berusaha mencari bantuan. Teleponpun kumatikan dan kami akan kembali ke Braga. Sesampai di Braga kami kembali menemui Vicki dan mengatakan bahwa hasil dari kantor polisi tidak ada hasilnya. Saya merasakan ada getaran dari handphone lagngsung saja ambil, dan saya lihat, ternyata itu adalah panggilan dari Pak Dede teman ayah saya, dan dia adalah seorang polisi di daerah majalaya. Dia menyarankan kita untuk pergi ke kantor polis yang ada di dekat BIP. Dan kami pun segera kesana dengan berjalan kaki. Kami cukup lelah karena telah seharian berjalan dan dikuras mental dan emosi. Kami pun sampai di kantor polisi tersebut dan menceritakan segalanya, kami cukup senang disana karena pelayanannya memuaskan tidak seperti yang kami datangi sebelumnya. 

Dengan keadaan cemas akan keselamatan teman kami yang diculik oleh lelaki yang tak dikenali itu, kami mencoba tetap tenang dan kami masih menyempatkan solat. Setelah menunggu agak lama kami diajak oleh salah seorang polisi tersebut untuk mencari teman kami menggunakan mobil. Kami sempat berkeliling selama hampir setengah jam dan kami tetap tidak menemukan teman kami itu, mungkin bila kita meneruskan pencarian sekarang teman saya tetap tidak akan ditemukan, maka kami kembali ke kantor polisi. Ketika dikantor polisi, sudah berdatangan tetangga tetangg saya, dan ayah saya pun sudah disana. Setelah menunggu berjam jam di kantor polisi kabar baik pun datang. Kabar tersebut mengabarkan bahwa teman kami telah pulang dengan selamat, katanya di diturunkan di suatu daerah dan sempat mengikuti arah angkot  pulang ke rumah nenenya. Setelah semuanya selesai kami semua pulang ke rumah masing masing.

Inilah cerita singkat dari pengalaman buruk yang sangat berharga ini. Kesimpulannya.
·        Jangan pernah percaya kepada orang asing, atau orang yang tidak terlalu akrab. Orang yang sudah akrab dengan kalian pun belum tentu dapat dipercaya.
·        Baca doalah sebelum pergi kemanapun agar kamu dilindungi oleh Allah
·        Bila ada hal hal yang mencurigakan lebih baik segera mengelak atau menjauh
·        Dan yang terakhir. Bila kamu ragu melakukan sesuatu, maka jangan dilakukan.

Trims.

*note. Cerita ini sudah diperhalus dan nama nama yang tertera di atas bukan nama sesunguhnya. Bila inign tahu lebih detail silahkan berbincang-bincang dengan adminya admin