Sekarang saya akan membagikan
sebuah pengalaman berharga yang pernah saya alami, pengalaman ini juga bisa dijadikan
bahan pembelajaran buat kalian semua, simak baik baik okay.
Pengalaman ini terjadi
ketika saya masih kelas 3 Smp. Tepatnya hari selasa, dan itu sudah merupakan
minggu tenang karena semua ujian telah berakhir so kami anak anak kelas 9 bebas
melakukan apapun. Saat itu sekitar pukul sepuluh saya sedang bermain bola di
sekolah tiba tiba teman saya Yogi menghampiri saya dan dia mengajak saya
bermain ke daerah Braga bersama seorang teman saya lagi yaitu Rizki, sebenarnya
saya agak ragu untuk pergi kesana, tetapi saya memaksakan diri karena saya ingin
menambah pengalaman saya. Jadi kami pergi kesana bertiga. Kami pergi kesana itu
berniat bermain denga teman Yogi anggap saja Vicki. Nah kami berjanji untuk
bertemu di Braga Citiwalk. Kami pergi saat matahari tepat berada di atas kepala
kami, awalnya sih cukup menyenangkan. Kami pergi kesana menggunakan angkot lalu
melanjutkan perjalanannya dengan damri. Kami bertiga sangat menikmati
perjalanan hingga tak terasa bahwa kami sudah hampir tiba di gedung merdeka,
lalu kami turun di dekat gedung merdeka dan berjalan kaki menuju Braga.
Kami tiba di daerah
Braga lebih cepat dari dugaan, jadi kami terpaksa menunggu cukup lama karena
Vicki belum tiba. Memang menunggu Vicki itu cukup membosankan jadi kami
berjalan jalan di daerah Braga unutk waktu yang cukup lama. Kami sempat
menunggu di lantai bawah, dan juga menunggu di lantai ketiga. Di lantai ketiga
kami tidak begitu bosan karena disana ada wahana permainan jadi kami tidak
terlalu bosan. Karna sudah cukup lama menunggu dan akhirnya bosan juga, kami
berniat turun dan menunggu di depan Braga City Walk karena kami fikir suasana
disana tidak akan begitu membosankan karena banyaknya orang dan kendaraan yang
lalu lalang, banyak orang mengambil gambar, yang pasti suasananya tidak
membosankan. Kami menunggu di sebelah restoran yang tepat berada di pinggir
Braga City Walk.
Saat kami sedang
menunggu kami melihat dua orang lelaki,
mereka memakai motor mio berwarna biru. Lalu seorang diantara kami datang
menghampiri kami. Tentu saja perasaan kami sudah mulai tidak enak dan kami
pikir akan terjadi sesuatu yang tidak pernah terbayangkan. Akhirnya dia tepat
berada di depan kami bertiga. Dia tidak begitu tinggi, kulitnya sawo matang, sepertinya
dia bukan orang baik baik lalu dia bertanya kepada kami.
“Eh
jang tadi ada di bioskop?” ujar lelaki tersebut kepada kami
“Engga
kang, abi mah ga dari bioskop” Kata saya
“Oh
brarti tadi ada di lantai satu ya?” kata lelaki tadi
“Engga
kang, kan kata abi dari tadi ada disini, emang kenapa nanya kaya gitu?” saya
membalas lagi, (perasaan saya semakin tidak enak)
“Gini,
adik saya tadi dipukuli di braga, sekarang dia dirumah saya, nah saya sekarang lagi nyari orang yang
mukulin adik saya. Nah kata adik saya yang gebukin adik saya tuh pakai baju
warna merah terus pake kemeja kotak kotak, kalian kan?”
Dan
kebetulan sekali saya dan yogi sedang memakai baju tersebut, saya mengenakan
baju merah, dan yogi mengenakan kemeja kotak kotak
“Aduh
maaf kang, jangan asal nuduh ke kita, kita kesini niat main bukan buat nyari
masalah” kata Yogi
“Saya
mah cuma nanya trus saya pengen mastiin aja, nah kalian (saya dan Yogi)
sekarang ke rumah saya!” kata lelaki itu.
“Eh
kang kan kata saya kita ga punya salah! Lagian
kita dari tadi disini, ga kedalem dalem segala, coba bawa aja adik situ kesini
saya mau liat.” Kata saya.
“Heh
jangan nyolot dong biasa aja, saya disini ngajak baik baik gamau pake fisik. Kalo
kamu emang ga salah coba datang kerumah saya biar saya tunjukin sama adik saya,
apakah kamu orangnya!” Ujar lelaki tersebut sambil mendorong badan saya dan
nada suara yang agak tinggi.
Kami bertiga pun
terdiam sejenak, kami saling menatap satu sama lain. Dan kami akhirnya
mengambil keputusan untuk ikut dengan lelaki tersebut, sedangkan Rizki menunggu
di Braga dengan lelaki yang lainnya, sebelum kami dibawa mereka, kami disuruh
lelaki tersebut untuk menitipkan handphone dan dompet kami, kami pun menuruti permintaanya
karena kami takut diarampok sesampai di
rumah lelaki tersebut. Akhirnya kami dibawa oleh lelaki itu ke sebuah tempat
yang tak jauh dari Braga.
Beberapa menit kemudian kami diberhentikan di sebuah
gang,
“Tunggu disini sebentar, saya mau ngomong dulu sama
teman teman saya, takut takut kalau kalian dipukuli, bentar ya! Jangan kemana
mana dulu” Kata lelaki tersebut
Kami pun menunggu di
gang tersebut , sementara Rizki menunggu di Braga dengan teman dari lelaki tersebut.
Kami menunggu di gang tersebut sambil berdebat. Saya memiliki perasaan yang
tidak enak, sedangkan Yogi ingin menbuktikan kepada lelaki tersebut bahwa dia
tidak bersalah dan tidak pernah memukuli adik dari lelaki tersebut. Kami menunggu
disana cukup lama, sekitar 15 menit, dan rasa curiga pun mulai muncul. Akhirnya
saya memberanikan diri untuk mendekati ke arah lelaki tersebut pergi, tapi Yogi
sempat takut dan tidak akan mengikuti saya. Saya terus melangkah ke ujung gang
yang ada di depan saya, lalu Yogi pun mengikuti saya. Setelah sampai di ujung
gang, saya agak terheran kenapa jalan tersebut malah tembus ke jalan Braga.
Akhirnya perasaan yang sudah saya duga benar. Lalu saya berlari sekencang
kencangnya diikuti oleh Yogi dan bertujuan ke arah Braga. Sampai disana benar
saja lelaki tersebut dan Rizki sudah menghilang! Kami mencoba mencari ke dalam gedung Braga, ke
lantai paling atas, tapi kami tidak menemukannya, dan akhirnya kami menemukan
Vicki dengan teman temannya. Vicki sempat menanyakan apa yang terjadi pada
kami, lalu kami ceritakan kepada dia apa yang sebenarnya terjadi. Dan dia ikut
shock mendengar yang kami ceritakan. Selanjutnya lami bertiga melanjutkan pencarian
ke sekitar Braga dan hasilnya nihil.
Kami pun memutuskan untuk
pergi ke kantor polisi, dan Vicki meminjamkan handphonenya karena merasa sangat
bersalah. Setelah dipinjamkan handphone kami pun segera diantarkan ke kantor
polisi terdekat oleh petugas keamanan Braga. Sesampai di kantor polisi kami ceritakan
segalanya dari awal hingga akhir, tapi hasilnya tetapi nihil dan kami disuruh
pulang begitu saja tanpa, kami menyesal karena tidak puas dengan perlakuan
polisi disana. Saat saya sedang bingung harus kemana lagi, saya menelepon ayah
saya untuk menceritakan kejadiannya dan meminta nasihat kepadanya. Dia kaget
mendegar ceritaku dan menyuruh kami untuk tetap tenang dan dia akan berusaha
mencari bantuan. Teleponpun kumatikan dan kami akan kembali ke Braga. Sesampai di
Braga kami kembali menemui Vicki dan mengatakan bahwa hasil dari kantor polisi
tidak ada hasilnya. Saya merasakan ada getaran dari handphone lagngsung saja
ambil, dan saya lihat, ternyata itu adalah panggilan dari Pak Dede teman ayah
saya, dan dia adalah seorang polisi di daerah majalaya. Dia menyarankan kita
untuk pergi ke kantor polis yang ada di dekat BIP. Dan kami pun segera kesana
dengan berjalan kaki. Kami cukup lelah karena telah seharian berjalan dan
dikuras mental dan emosi. Kami pun sampai di kantor polisi tersebut dan
menceritakan segalanya, kami cukup senang disana karena pelayanannya memuaskan
tidak seperti yang kami datangi sebelumnya.
Dengan keadaan cemas
akan keselamatan teman kami yang diculik oleh lelaki yang tak dikenali itu,
kami mencoba tetap tenang dan kami masih menyempatkan solat. Setelah menunggu
agak lama kami diajak oleh salah seorang polisi tersebut untuk mencari teman
kami menggunakan mobil. Kami sempat berkeliling selama hampir setengah jam dan
kami tetap tidak menemukan teman kami itu, mungkin bila kita meneruskan
pencarian sekarang teman saya tetap tidak akan ditemukan, maka kami kembali ke
kantor polisi. Ketika dikantor polisi, sudah berdatangan tetangga tetangg saya,
dan ayah saya pun sudah disana. Setelah menunggu berjam jam di kantor polisi
kabar baik pun datang. Kabar tersebut mengabarkan bahwa teman kami telah pulang
dengan selamat, katanya di diturunkan di suatu daerah dan sempat mengikuti arah
angkot pulang ke rumah nenenya. Setelah
semuanya selesai kami semua pulang ke rumah masing masing.
Inilah cerita singkat
dari pengalaman buruk yang sangat berharga ini. Kesimpulannya.
·
Jangan pernah percaya kepada orang
asing, atau orang yang tidak terlalu akrab. Orang yang sudah akrab dengan
kalian pun belum tentu dapat dipercaya.
·
Baca doalah sebelum pergi kemanapun agar
kamu dilindungi oleh Allah
·
Bila ada hal hal yang mencurigakan lebih
baik segera mengelak atau menjauh
·
Dan yang terakhir. Bila kamu ragu
melakukan sesuatu, maka jangan dilakukan.
Trims.
*note. Cerita ini
sudah diperhalus dan nama nama yang tertera di atas bukan nama sesunguhnya. Bila
inign tahu lebih detail silahkan berbincang-bincang dengan adminya admin